Nongkrong di Blog's L


Hai para blogger ayo kita nongkrong sebentar di blog "L" lineart design di sini nongkrongnya beda sama yang lain biasanya kalian nongkrongnya di pinggir kota,jalanan,warung sambil ngopi lah kalau disi nongkrongnya di depan komputer atau leptop . Disini saya sajikan khusus buat para tukang nongkrong sebuah kreatifitas anak bangsa yang lebih kepada keindahan dan ketentraman. saya harap ketika anda sudah nongkrong di sini anda bisa mengenal kreatifitas tentang saya atau mempunyai angan-angan atau protes mengenai saya. dan melihat apa yang telah saya kereasikan (di buat oleh saya). saya harap ketika anda sudah nongkrong di blog L bisa menambah wawasan anda jika anda ingin lebih mengenal blog "L" maka sering-seringlah nongkrong di sini. jilka ada kata-kata yang kurang berkenan di hati anda dengan keinginan yang besar saya mohon maaf karna saya hanyalah manusia bisa yang tidak sempurna. kesempurnaan hanyalah milik tuhan

Rabu, 22 Februari 2012

Desainer dan Menghargai Desain


Dunia desain grafis merupakan dunia yang dinamis mengikuti ruang dan waktu. Desain sendiri sangatlah berpengaruh dan dipengaruhi oleh perubahan-perubahan tersebut, dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari kita sudah berinteraksi dengan dunia desain. Sejak kita ada dibumi ini, lahir, bermain dan tumbuh menjadi dewasa hingga sekarang, coba kalau kita kilas balik memori kita dimana ketika dimasa kecil kita, mungkin yang teringat kebanyakan secara visual, misalnya cover buku tulis kita waktu duduk di sekolah dasar, merk sepatu kita waktu main bola dengan teman, desain bungkus jajanan yg dulu sering kita beli, film kartun yg sering kita tonton di TV waktu hari minggu, logo yg ada di sabun mandi yang kita pakai saat kita mandi dulu dan banyak lagi lainnya. Suatu saat ketika kita menemukan bentuk visual tersebut sekarang dan kita akan secara tak langsung membuka memori-memori tersebut dan seakan-akan membawanya ke masa lampau dimana kita melihat dan merasaknnya dulu. ya begitu kuatnya dunia desain yang bisa membawa pikiran kita jauh tanpa batas.

Itu satu contoh dimana kekuatan desain berpengaruh terhadap kehidupan kita. Di masa sekarang ini dunia desain sudah mengalami transformasi mengikuti kemajuan teknologi, informasi, gaya hidup, budaya, pandangan dan cara berpikir sesorang. Dari segi media penerapan sampai teknik produksinyapun ikut berkembang, namun perlu kita ingat dalam desain hendaknya haruslah dipertahan esensi sebenarnya dalam mendesain, bagaimana konsep, ide dan gagasan bisa tepat dan bisa memperngaruhi terhadap masyarakat dan kehidupan.


Melihat fenomena dunia desain yang begitu cepat dan dinamis, sebagai desainerpun kita juga harus bisa mengikuti perkembangan tersebut, jangan hanya puas dengan apa yang dimiliki sekarang, terus menggali konsep visual baru, gaya baru dan metode baru dalam mengembangkan desain. Ketika hal tersebut bisa kita lakukan dengan penuh kreatifitas dan inovasi secara berkelanjutan maka tanpa disadari hal tersebut akan menjadi sebuah trendsetter, ya desain merupakan awal mula dimana berkembangnya sebuah trendsetter di tengah-tengah masyarakat. Dan berpikirlah sebagai desainer, kita mendesain bukan semata-mata hanya keperluan atau kepentingan tertentu, tapi milikilah tujuan dimana dengan desain kita bisa mempengaruhi dan merubah dunia menjadi hidup yang lebih baik, yang teratur dan seimbang. Pernahkah kalian berpikir bagaimana dunia ini jadinya tanpa Desain…? dan coba kalian pikirkan konsep “kehidupan tidak bisa lepas dari Desain”.

pernahkah kalian berpikir betapa kita sangat bergantung pada desain dalam menjalani kehidupan…?
dan pernahkah kalian berpikir apabila di tengah kota, di dalam produk, di pantai, di terminal, pelabuhan, bandara, di kantor, sekolah bahkan dinegara ini tak ada desain…? mungkin gambar Garuda yg sekarang mulai di teriak2an tak akan pernah ada… Dan mungkin apa yng kita lihat sehari-hari di jalanan atau dimana saja ditempat umum banyak terjadi kondisi yang tidak teratur, dan itulah contoh kecil ketika manusia tidak menghargai akan keberadaan sebuah desain.


ya desain berkembang sejalan sesuai kebutuhan manusia dalam kehidupannya… Kita mungkin memang tidak mau dikatakan patuh atau tunduk terhadap sebuah desain, tapi pada kenyatannya bukankah demikian…? sebagian orang merasa tidak pantas kalau gadget yang digunakan tidak berlogo buah apel (apple), mereka tidak mau menggunakan merk tas kecuali ada logo GUCCI, pria itu akan kurang percaya diri ketika sepatunya tak berlogo NIKE, dan banyak lagi contoh lainnya disekitar kita. Itu salah satu contoh kecil bahwa kita tanpa disadari sudah dipengaruhi oleh sebuah desain. Tapi disisi lain dari sang desainer tentunya punya pemikiran yang sangat jauh dari itu, apa yang kalian lihat hanya sebuah desain dalam bentuk fisik yaitu sebuah gambar, sign, icon, logo, symbol, dll, tapi kenapa ketika dalam sehari-hari kita sudah terpengaruhi dan beberapa harus patuh terhadap semua itu…?

perlu dipahami, Desain bukan sekedar bentuk visual yang terlihat. meninjau lebih dalam lagi desain merupakan solusi dari permasalahan kehidupan, Desain memenuhi kebutuhan sesuai budaya, desain adalah tolak ukur sebuah perubahan dalam suatu kelompok kehidupan. Dan orang yang menghargai akan keberadaan sebuah desain merupakan orang yang memiliki rasa ingin maju dan bangsa yang menghargai keberadaan desain bangsa tersebut akan maju. Kalian mungkin pernah tau salah satu kisah dibalik suksesnya Apple… ya! Desain. Bagaimana apple berhasil menggunakan desain sebagai alat perubahan dalam produknya, steve jobs sadar sebuah komputer harus memiliki display desain, interface design, dan secara ergonomis yang user friendly, hal tersebut terus dikembangkan dan akhirnya berhasil sampai sekarang. Kita lihat apple sekarang, dari interface, pemilihan font, bentuk, warna, display, dll semuanya tak lepas dari proses desain yang panjang tentunya. Apple berhasil mengikuti kebiasaan orang, mudah digunakan, dan sangat efisien. itu salah satu contoh keberhasilan orang yang menghargai sebuah desain dan mampu merubah manusia, merubah budaya manusia, merubah gaya hidup manusia dan merubah kehidupan manusia. Dan masih banyak lagi contoh-contohnya bagaimana pengaruh sebuah desain terhadap kehidupan manusia, dan penghargaan sebuah desain merupakan salah satu tolak ukur terhadap kualitas sebuah orang atau bangsa/ (the power of design).

“Desain yang baik adalah sebuah alat perubahan. Desainer yang baik adalah yang mampu menciptakannya” // Ayip
Setelah kita bahas sekilas bagaimana desain dan kekuatannya di atas, sebagai desainer kita memang dituntut untuk memiliki tujuan dan mampu memberikan perubahan dan memberikan solusi dalam masalah yang sering kita temukan dikehidupan sehari-hari. Ada banyak jalan yang bisa dilakukan sebagai desainer untuk mencapai hal tersebut dari yang menjadikan dirinya sebagai creative/art director, designer, freelance, teacher, teacher + freelance, owner + director, designer + director, designer + manager, consultant dan lain-lain. Selain hal tersebut yang harus dimiliki oleh desainer yaitu wawasan, termasuk daya persepsi, keterbukaan dalam berpikir, penalaran termasuk daya apresiasi, kemampuan analisis, kemampuan berpikir logis. estetik, Termasuk daya apresiasi, daya ekspresi serta kemampuan berpikir kreatif dan Attitude (sikap) yang termasuk mentalitas, kemampuan berpikir integral dan berkenaan dengan ketiga-tiganya seperti yang tersebut diatas. Itu merupakan hal secara personal yang harus dikuasai desainer namun selain hal tersebut desainer juga harus bisa atau paling tidak mengerti tentang prinsip dasar tentang desain, secara teori, komunikasi visual dan semiotika. Hal Teknis juga yang terpenting untuk desainer ketahui karna hal tersebut menyangkut tentang eksekusi dari sebuah desain.

Ya sangat banyak dan kompleks ternyata untuk menjadi seorang desainer, namun sebenarnya siapa saja boleh menjadi seorang desainer, entah itu melalui proses pendidikan atau secara otodidak. yang terpenting adalah bagaiamana untuk mejadi desainer yang memiliki tujuan untuk hidup yang lebih baik dan bisa mempengaruhi kehidupan itu sendiri. Menjadi desainer tidak harus bekerja disebuah perusahaan besar dengan status karyawan tetap dengan jaminan pensiunan. Seorang desainer senior Kafi Kurnia pernah memberikan pemikiran tentang karir seorang desainer, beliau mengatakan, desainer yang memilih karirnya untuk bekerja di perusahaan sebagai karyawan demikian itu bukan desainer namanya tapi tak sama halnya dengan seorang pegawai yang siap diperintah oleh atasannya dan terus mengharapkan kenaikan gaji yang tidak bisa dengan leluasa memberi bagi kehidupan. Beliau menambahkan seorang desainer dalam karirnya ada dua, yaitu akan menjadi seorang yang kaya, sangat berpengaruh dan mempengaruhi kehidupannya dan desainer juga bisa akan menjadi seorang yang biasa-biasa saja ketika desainer tidak mau dan mencoba untuk berkreativitas, berinovasi dan mencoba hal baru. Pemikiran beliau saya rasa ada benarnya karna dunia desain merupakan dunia yang abstrak, dunia persepsi, tidak ada patokan bagus dan jelek, tidak ada patokan harga desain itu mahal atau murah.














Saya bisa simpulkan bahwa ketika sebuah desain itu tak bisa di perkirakan harganya maka berikanlah harga tertinggi pada sebuah desain. Itu salah satu bagaimana kita sebagai desainer harus bisa memberi penghargaan tinggi terhadap hasil karya kita. Walaupun desain dalam sebuah bisnis tetap kita harus menjaga standarisasi sebuah karya. Bagai para desainer segeralah anda keluar dari persaingan harga yang menawarkan harga desain murah. Karna jika kita terus melakukan hal tersebut tanpa disadari kita sendiri akan “terjebak” dalam lingkaran itu, cobalah untuk merubah pola pikir dan mindset bahwa jualah desainmu dengan harga tinggi kalau tidak ada yang mau beli, beri mereka gratis, jangan murah. Gratis dalam hal ini merupakan sebuah percobaan bagi klien, sama halnya seorang penjual buah, mereka selalu memberi gratis untuk mencicipi buahnya ketika buah itu manis maka dengan harga berapapun akan dibeli oleh konsumen. Gratis bukan merendahkan justru murah yang merendahkan, berilah pilihan YES or NO. Dan tetap ingat jangan pernah memberiikan harga murah.

Gambaran lain mungkin bisa saya gambarkan yaitu apakah kita pernah sadar ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang desainer, mungkin banyak orang tua yang menentang hal tersebut, atau mungkin banyak dari mereka yg menginginkan anaknya menjadi seorang pegawai negeri, bankir, karyawan swasta atau karyawan BUMN. BE a Desainer BE a Different, dan itu harus kita bayar mahal dengan keputusan tersebut, trus kita memutuskan untuk menempuh diperguruan tinggi seni rupa dan desain, biaya sekolah desainpun rata-rata mahal, belum lagi fasilitas seperti komputer yang Hi-spec, dan teknologi lainnya sebagai pendukung, lalu buku-buku referensi tentang desain yang memang rata-rata merupakan buku import dan itupun harganya tidak murah. Sampai pada akhirnya kalian mulai terjun didunia kerja dan menjadi seorang desainer.
Think turn back… apakah kalian masih mau menjual desain dengan harga murah…? Desain bukan sekedar nirmana, komposisi object dicampur warna, sedikit effect dengan software komputer canggih, dan jadi. didalamnya harus terdapat sebuah konsep, sense of art, ide, gagasan, tujuan desain, dan manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya.

Ketika saya mendengar cerita pengalaman beberapa desainer yang pernah dilakukan “semena-mena” oleh klien. Mungkin dianggapnya desainer adalah seorang operator software desain atau tukang gambar, betapa mirisnya seorang desainer dengan cerita-cerita yang seperti itu, tapi memang itu merupakan proses pengalaman. Sebagai desainer kita harus memiliki kode etik yang dimana klien tidak bisa masuk dan ikut campur dalam hal tersebut, itu merupakan prinsip privasi profesi sebagai seorang desainer. Apa jadinya ketika seorang klien yang mungkin seorang marketing ikut campur tentang komposisi, grid dan layout dalam sebuah desain kita…? ya mungkin jadinya seperti apa yg kita lihat sekarang ini dalam kehidupan sehari-hari iklan-iklan dijalanan maupun tayangan TV yang “biasa” bahkan ada beberapa yang “aneh”.


Apakah itu dampak seorang desainer belum mampu untuk membatasi dirinya sebagai desainer dengan klien…? perlu diingat klien merupakan rekan kerja yang kedudukannya sejajar dengan desainer, kita sebagai desainer membantu klien untuk memecahkan permasalahan dalam mengkomunikasikan secara visual tapi kita bukan pembantu yang bisa diperlakukan seenaknya. Dan setiap orang desainer hendaknya harus memiliki sikap seperti itu… ya berat memang untuk melakukan hal tersebut, tapi kalau tidak dimulai dari diri kita lalu kapan profesi desainer akan bisa dihargai, dan menjadi profesi yang sangat menjanjikan dalam kehidupan. Jadikanlah klien sebagai sahabat, berilah klien pengertian tentang desain terlebih dahulu sebelum bekerja dengannya, sebagai desainer kita juga wajib memberi pengetahuan tentang desain, apa itu desain, dengan begitu tanpa disadari kita juga turut memberi himbauan kepada klien tentang bagaimana menghargai sebuah desain. Dan mulailah berkarya dengan aturan kita sebagai desainer. Dan jangan pernah takut untuk menentukan sikap terhadap klien yang bisa merusak profesi seorang desainer.

Setelah apa yang dijelaskan diatas tentang kekuatan sebuah desain, menjadi desainer yang baik, dan menghargai sebuah desain. Kita harus bangga telah memilih jalan desain sebagai pilihan dalam hidup, desainer bisa melakukan apa saja yang ia mau untuk memberi pengaruh dalam perubahan kehidupan. Karena desain merupakan salah satu tolak ukur perubahan kehidupan, sosial dan budaya dalam suatu kelompok atau organisani besar. Dan jangan pernah takut untuk berinovasi dan berkreatifitas, salah seorang dosen desain senior pernah berkata, “kalian harus bersyukur menjadi seorang desainer karena tidak ada seorang desainer yang mengganggur”.

Tips dan Tujuan Desain Logo


Logo merupakan icon yang mewakili sesuatu dan sebagai simbol yang mampu menjelaskan secara singkat tentang brand image suatu barang maupun perusahaan. Dengan logo maka suatu perusahaan akan memiliki brand tersendiri yang nantinya akan dikenal oleh masyarakat dalam hal ini konsumen. Untuk itu perlu diketahui bahwa logo memiliki dan mengemban suatu tujuan yaitu :
1. Mark-Ing bentuk yang diinterpretasikan
Untuk melakukan interpretasi ini biasanya seorang desainer menggunakan teori analog untuk mewakili bentuk yang dimaksud. Bentuk yang dimaksud biasanya diambil dari nama sesuatu objek (corporate atau produk) yang dibuat logonya.

2. Eye-Catching
Sebuah desain logo akan memiliki nilai lebih jika memiliki unsur eye-catching. Dari sekian banyak gambar yang dipajang, baik di outlet, toko buku, atau tumpukan kartu nama, apakah logo tersebut mampu menarik perhatian lebih dominan dibanding gambar atau bentuk yang lain?

Untuk mampu membuat sebuah desain logo yang eye-catching memang tidak mudah. Ada beberapa hal yang musti dipertimbangkan. Mulai target pasar, karakteristik audience yang dituju, atau media yang akan dipakai, dan sebagainya. Tetapi hal ini bisa dipelajari, dan membutuhkan jam terbang yang tinggi.

Salah satu dari unsur di atas yang membuat sebuah desain memiliki eye-catching adalah konsep bentuk yang unik. Selain bentuk yang mark-ing bentuk yang unik juga menjadi salah satu syarat sebuah desain logo mampu menyita perhatian audience. Ada banyak symbol yang bisa dipakai untuk menginterpretasikan sebuah objek, tetapi dari beberapa pilihan alternatif sebenarnya ada salah satu atau salah dua yang lebih eye-catching. Dari bentuk dasar sebuah desain logo sebenarnya bisa ditambahkan cosmetic ( meminjam istilah fashion ) atau ornamen pendukung, berupa bentuk yang sifatnya sebagai pemanis. Selain itu karena sifatnya cosmetic di sini hanya sebagai pemanis, maka kekuatannya tidak begitu dominan. Bentuk yang dipilih sebagai cosmetic bisa berupa bentuk bulat, persegi, kotak, segitiga, atau sekedar garis lengkung.

3. Trend
Perkembangan logo sedikit banyaknya dipengaruhi oleh trend, seperti layaknya trend di dalam dunia fashion. Trend di sini mewakili apresiasi dinamika dari bentuk logo itu sendiri. Seperti kita ketahui di awal tahun 2000, trend untuk logo yang berkembang adalah bentuk digital, dimana bentuknya disini lebih banyak diwakili oleh garis dan dot (titik). Hal ini mengacu pada era IT yang berkembang pesat di awal tahun tersebut. Dimana banyak bentuk-bentuk yang mewakili dunia IT menjadi trade mark logo-logo yang lahir pada masa itu. Mulai dari bentuk font sampai konsep efek matrix berpengaruh besar pada proses kelahiran logo-logo.

Trend sebenarnya identik dengan wabah influenza yang menyebar tanpa bisa diketahui asal muasalnya. Saling mempengaruhi dan memiliki masa incubasi. Kadang sifatnya circular atau berulang, dimana konsep lama kembali menjadi trend baru. Banyak faktor yang menyebabkan adanya trend ini, yang semuanya berasal dari external. Bisa karena gejala yang terjadi di sekitar kita, seperti fashion, TV, system, politik, dsb.

Di era tahun 70-an, desain lebih banyak menggunakan bentuk detail untuk menginterpretasikan suatu objek. Desain logo yang ada banyak menggunakan ilustrasi yang sifatnya detil (mendekati aslinya). Mungkin tepatnya aliran naturalis, begitu mempengaruhi konsep desain logo-logo yang lahir pada masa itu. Kemudian pada era tahun 90-an, konsep desain logo berubah ke arah yang lebih simple. Bentuk objek yang detil tidak lagi digunakan untuk menginterpretasikan sebuah logo. Desain yang ada lebihcenderung minimalis. Dan pada era tahun 2000 perkembangan berubah lebih kompleks lagi selain bentuk juga coloring (tata warna) menjadi sangat minimalis di sini. Warna - warna yang dipakai dalam logo-logo yang lahir di era ini cenderung menggunakan warna-warna solid color dan berkesan minimalis, selain bentuk garis dan dot. Mungkin istilah yang lebih pas untuk ini adalah era-Clipart.

Dalam menyikapi trend, ada hal yang bisa dipakai sebagai acuan dalam merancang sebuah desain, apakah sebagai pengikut trend? ataukah sebagai pencipta trend?, atau malah kita tetap solid pada atmosphere khas desain kita. Semua terserah para desainer memposisikan desainnya. Yang pasti trend adalah salah satu bentuk apresiasi dinamika sebuah perkembangan. Selama kita melihatnya sebagai hal yang positif maka kita akan memiliki nilai tambah wawasan dan ide yang lebih luas. Begitu juga sebaliknya, jika kita melihatnya sebagai penghambat maka kita tidak akan bisa menerima kekurangan desain kita secara lebih proposional.

Sabtu, 18 Februari 2012

Prinsip - Prinsip Desain Grafis

Dalam bekerja seorang desainer grafis harus mempertimbangkan berbagai prinsip demi mencapai hasil akhir yang baik. Prinsip-prinsip desain yang akan dijelaskan di bawah ini bukanlah sebuah nilai mati bahwa desain yang paling baik adalah seperti apa yang dikandung dalam prinsip tersebut. Tetapi sekadar anjuran beginilah seharusnya desain yang baik. Karena sesungguhnya tidak ada penilaian bagus atau jelek atas sebuah desain. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan. Hal ini ditegaskan pakar desain grafis, Danton Sihombing dalam majalah Cakram: penilaian karya desain grafis sesungguhnya adalah menguji tingkat kelayakannya, dalam arti tidak ada karya desain grafis yang benar ataupun yang salah.






Prinsip - Prinsip Desain Grafis adalah sebagai berikut: 
Kesederhanaan
Banyak pakar desain grafis menyarankan prinsip ini dalam pekerjaan desain. Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

Keseimbangan
Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal. 

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dengan full color (F/C). Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan, maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang. Konsistensi juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Kita tidak mau konsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

Kesatuan
Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

Penekanan (aksentuasi)
Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Irama (repetisi)
Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

Demikian Prinsip - Prinsip desain Grafis, semoga bermanfaat
Terima kasih